Showing posts with label Seni dan Budaya. Show all posts
Showing posts with label Seni dan Budaya. Show all posts

Pengertian, Fungsi, Jenis, #10 Contoh Lagu Nusantara

Pengertian, fungsi, jenis dan #10 teladan lagu nusantara yaitu pembahasan utama materi pelajaran Seni Budaya yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Lagu-Lagu Nusantara didalam berguru pendidikan Seni dan Budaya yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian lagu nusantara.
2. Fungsi lagu nusantara.
3. Macam/jenis lagu nusantara.
4. Contoh lagu nusantara.

Pengertian lagu nusantara

Lagu nusantara yaitu seluruh musik yang berkembang di nusantara ini, yang menyampaikan atau menonjolkan ciri ke-indonesian, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya.
Pengertian, Fungsi, Jenis,  #10 Contoh Lagu Nusantara

Fungsi lagu nusantara

Adapun lagu nusantara memiliki tiga fungsi. #3 fungsi lagu / musik nusantara yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Sebagai media pendidikan
Dalam proses belajar, musik sangat berperan dalam pembentukan berfikir kreatif, sebagai media pendidikan lagu-lagu dan musik nusantara harus dapat menanamkan jiwa dan kebijaksanaan pekerti yang luhur, misalnya keagungan Tuhan, cinta orang tua, cinta tanah air dan perilaku baik lainnya.
2. Sebagai media hiburan
Dalam media hiburan, musik nusantara menempati ruang yang paling luas. Baik dari musik tradisional hingga musik modern, telah banyak digunakan insan sebagai media rekreatif untuk melepas kecapekan atau kepenatan hidup sehari-hari.
3. Sebagai media apresiasi
Musik seni yaitu musik yang dinikmati semata-mata sebab unsur keindahannya. Musik yang digunakan sebagai media apresiasi di wilayah nusantara sebagian besar masih berkisar pada lagu-lagu seriosa. Dikarenakan masih kurangnya apresiasi masyarakat indonesia terhadap musik seni barat.

Macam-macam lagu nusantara

Jenis-jenis lagu di indonesia sangat beragam dan banyak sekali di antaranya yaitu sebagai berikut :

1. Lagu daerah
Lagu kawasan yaitu lagu yang lahir sebab budaya setempat yang bersifat turun temurun dan kedaerahan. Lagu kawasan memiliki ciri-ciri antara lain ibarat :

Ciri-ciri lagu daerah
a. Sederhana.
b. Kedaerahan.
c. Turun temurun.
d. Jarang diketahui penciptanya.
e. Menggambarkan keadaan suatu kawasan setempat.
f. Memuat pesan untuk masyarakat suatu daerah.
g. Mengandung suatu makna yang diketahui penciptanya.
h. Mengandung unsur kerakyatan dan kebersamaan.

Contoh lagu daerah
Berikut ini yaitu beberapa teladan lagu kawasan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
No Lagu daerah Asal daerah
1 Bungong jeumpa Aceh
2 Butet Tapanuli
3 Kambanglah bungo Sumatera barat
4 Injit-injit semut Sumatera timur
5 Pileu leuyan Jawa barat
6 Ondel-ondel Jakarta
7 Cening putri ayu Bali
8 Anging mamiri Sulawesi selatan
9 Ayo mama Maluku
10 Apuse Papua

2. Lagu pop (populer)
Lagu pop yaitu lagu yang sedang digemari atau disenangi oleh masyarakat pada ketika tertentu atau dalam kurun waktu tertentu. Lagu pop (populer) merupakan lagu yang sedang digemari masyarakat. Adapun ciri-ciri lagu pop adalah antara lain sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu pop
a. Bersifat sementara atau cepat tergantikan oleh lagu lain.
b. Bersifat menghibur pendengarnya.
c. Tidak mempunyai bentuk lagu tertentu.
d. Mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrumen.
e. Mengutamakan permainan drum dan gitar bas.
Saat ini, di indonesia banyak kelompok-kelompok musik populer, misalnya ibarat Samsons, Slank, Ada Band, Nidji, Wali dan Ungu.

3. Lagu Hiburan
Lagu hiburan yaitu lagu yang bertujuan untuk menghibur pendengarnya dengan syair-syair atau liriknya. Lagu hiburan digunakan untuk menghibur dan dapat dikatakan lagu populer dan ciri-cirinya pun hampir sama yaitu antara lain sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu hiburan
a. Bersifat sementara atau cepat tergantikan oleh lagu lain.
b. Bersifat menghibur pendengarnya.
c. Tidak mempunyai bentuk lagu tertentu.
d. Mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrumen.
e. Mengutamakan permainan drum dan gitar bas.
f. Komposisi melodinya mudah dicerna.
g. Mudah diterima masyarakat.
h. Bentuk lagu bebas.
i. Disenangi masyarakat pada kurun waktu tertentu.

4. Lagu perjuangan
Lagu usaha yaitu lagu yang lahir sebab kondisi masyarakat indonesia yang sedang dijajah oleh bangsa lain. Dengan musik, para pejuang berusaha membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Lagu usaha memiliki ciri-ciri antara lain yaitu sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu perjuangan
a. Syair-syairnya berisi undangan untuk berjuang.
b. Iramanya musiknya dibuat cepat dan semangat.
c. Diciptakan pada masa perjuangan.
d. Isi lagu berisi wacana semangat juang dalam membela kemerdekaan.
Contoh lagu usaha yaitu antara lain misalnya : Maju Tak Gentar, Hari Merdeka.

5. Lagu seriosa
Lagu seriosa yaitu lagu yang harus dinyanyikan oleh penyanyi dengan serius yang mendekati kemampuan penciptanya dan bernilai teknik tinggi art music. Lagu seriosa yang dinyanyikan dengan serius memiliki ciri-ciri yaitu antara lain sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu seriosa
a. Lagu seriosa banyak menggunakan nada-nada sisipan ibarat (ri), (fi), dan (sel).
b. Lagu seriosa menggunakan teknik vokal yang tinggi.
c. Lagu seriosa harus dinyanyikan dengan perasaan, lisan dan penuh penghayatan serta mendalam dan serius.
d. Lagu seriosa banyak menggunakan nada-nada tinggi.
e. Lagu seriosa banyak menggunakan perubahan tempo dan dinamik.
f. Lagu seriosa terkadang ada pergantian nada dasar (modulasi).

6. Lagu dangdut
Lagu dangdut yaitu perpaduan antara musik india dengan musik melayu, iramanya sangat ringan sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya menggerakkan anggota badan. Lagu dangdut juga asli berasal dari indonesia. Lagu dangdut merupakan lagu asli bangsa indonesia dan memiliki ciri-ciri atau karakteristik diantaranya sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu dangdut
a. Alat musiknya akustik, dengan standarisasi Melayu ibarat akordion, suling, gendang, madolin dan dalam perkembangannya di era ini yaitu organ mekanik ibarat biola.
b. Lagunya mudah dicerna, sehingga tidak susah diterima masyarakat.
c. Iramanya terbagi dalam tiga adegan yaitu senandung (sangat lambat), lagu dua (iramanya agak cepat), dan makinang (lebih cepat).
d. Liriknya masih lekat pada pantun.
e. Irama musiknya sangat melankolik.

7. Lagu anak-anak
Lagu belum dewasa yaitu lagu yang diciptakan untuk mendidik anak-anak, yang lagunya sederhana dan kalimatnya tidak terlalu panjang serta lagu belum dewasa sangat mudah dimengerti dan dipahami. Lagu belum dewasa yang bersifat mendidik memiliki karakteristik dan ciri-ciri antara lain yaitu sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu anak-anak
a. Memiliki bentuk yang sederhana dan ambitusnya tidak terlalu luas, biasanya lagu belum dewasa tidak lebih dari satu oktaf.
b. Tema lagu diubahsuaikan dengan jiwa anak yang masih polos.
c. Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh anak-anak.
d. Lompatan nada tidak terlalu jauh.
e. Isi lagu bersifat mendidik ke arah positif.

Contoh lagu anak-anak
Contoh lagu belum dewasa yaitu misalnya :
a. Bintang kecil
b. Balonku
c. Cicak
d. Bangun Tidur
e. Kupu-kupu yang lucu.

8. Lagu keroncong
Lagu keroncong yaitu lagu yang memiliki harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas, umumya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Adapun ciri-ciri lagu keroncong adalah antara lain sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu keroncong
a. Matra atau ukuran birama 4/4.
b. Kalimat lagu atau syair lagu terdiri dari tujuh kalimat, setiap lagu terdiri atas 4 kafetaria atau birama sehingga jumlah seluruhnya yaitu 28 birama atau bar.
c. Kalimat lagu ke-3 terdapat interlude secara instrumental sebanyak 2 kafetaria hingga 4 bar.
d. Pada kalimat lagu ke-4 selalu mendapat iringan.
e. Alat musik ukulele memiliki peranan yang sangat penting dan merupakan indentitas musik keroncong.
f. Untuk jenis lagu keroncong asli, jumlah instrumen sangat dibatasi jumlahnya, yaitu 7 macam yang terdiri atas bas, cello, biola, seruling, gitar melodi, ukulele dan chak.
g. Menggunakan harmoni yang sangat terbatas dan kurang mendapat kebebasan untuk mengadakan improvisasi.

9. Lagu langgam
Lagu langgam yaitu lagu yang sejenis dengan keroncong tapi tidak menggunakan ukulele pada musiknya. Lagu langgam memiliki karakteristik atau ciri-ciri antara lain yakni sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu langgam
a. Matra atau ukuran biramanya 4/4.
b. Temponya moderato.
c. Terdiri dari empat kalimat masing-masing delapan bar, sehingga dalam satu langgam terdapat 32 bar.
d. Matra ke-3 dari kalimat ke-1 selalu diiringi akord IV (sub dominant).
e. Cello menirukan permainan gendang.
f. Susunan keempat kalimatnya yaitu AABA kadang kala ada sedikit perubahan pada selesai lagu.

10. Lagu stambul
Lagu stambul yaitu lagu yang berirama mendayu-dayu, bait dan liriknya lazim berupa pantun “A-B-A-B” dalam tutur atau bahasa yang mengagumkan yang berisi puji-pujian dan nasihat. Adapun didalam lagu stambul memiliki karakteristik atau ciri-ciri antara lain sebagai berikut :

Ciri-ciri lagu stambul
a. Matra atau ukuran biramanya 4/4.
b. Terdiri dari 16 bar.
c. Merupakan variasi dari keroncong.
d. Muncul pada sekitar masa ke-20.

Sikap apresiatif terhadap keunikan lagu nusantara

Apresiasi seni musik nusantara ketika ini terus mengalami perkembangan yang amat sangat pesat. Dengan munculnya banyak sekali aliran musik modern yang beragam, secara tidak pribadi menggeser keberadaan musik tradisional nusantara.

Bahkan ada sebagian kalangan yang berargumen bahwa musik tradisional telah ketinggalan zaman. Sebagai generasi muda penerus bangsa yang cinta tanah air, yang berbangsa dan berbudaya, sudah sepatutnya kita dapat melestarikan, menghargai, dan mengapresiasi musik tradisi yang masih ada hingga detik ini. Bagaimana caranya ?

Untuk menumbuhkan rasa cinta kita terhadap musik tanah air, bangsa dan budaya, kita harus menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan seni musik tradisional yang kita miliki. Keunikan ini merupakan nilai lebih dari kekayaan budaya kita yang tidak dimiliki bangsa lain.
Baca juga : Definisi Perubahan Sistem Nilai Budaya Dan Masalah Kemanusiaan
Sikap apresiatif ini juga yang digunakan sebagai filter untuk mengantisipasi masuknya budaya absurd dari bangsa lain yang dapat menggeser nilai-nilai budaya serta keunikan seni musik tradisional yang kita miliki.

Kebudayaan kita memiliki beragam seni musik tradisional yang unik, sebagai contohnya yaitu antara lain yakni kita memiliki seni musik Karawitan yang telah sangat terkenal di kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Yogyakarta. Seni musik ini menggunakan seperangkat gamelan.

Akan tetapi didalam perkembangannya ketika ini, musik karawitan telah mulai memudar dibenak masyarakat indonesia. Oleh sebab itu kita harus tetap melestarikannya semoga musik tradisional ini tidak dimakan oleh zaman.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, fungsi, jenis dan #10 teladan lagu nusantara.

Pengertian Dan Jenis Musik Ansambel Lengkap Dengan Contoh Alatnya

Pengertian, jenis pengelompokan musik ansambel lengkap dengan teladan alatnya yaitu pembahasan utama bahan pelajaran Seni dan Budaya yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Musik Ansambel didalam berguru pendidikan seni budaya dan keterampilan yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian musik ansambel.
2. Jenis pengelompokan musik ansambel.

Pengertian musik ansambel

Kata ansambel berasal dari bahasa prancis. Ansambel berarti suatu rombongan musik. Sedangkan pengertian ansambel menurut kamus musik, ansambel yaitu kelompok acara musik dengan jenis acara menyerupai yang tercantum dalam sebutannya.
#Pengertian dan jenis musik ansambel lengkap dengan teladan alatnya
Baca juga : Pengertian, Fungsi, Jenis, #10 Contoh Lagu Nusantara
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, musik ansambel yaitu bermain musik secara gotong royong dengan menggunakan beberapa alat musik tertentu serta memainkan lagu-lagu dengan aransemen sederhana.

Jenis pengelompokan musik ansambel

Didalam pengelompokan musik ansambel, dibedakan menjadi tiga macam/jenis. Adapun #3 macam pengelompokan musik ansambel adalah tergolong berdasarkan penyajian musiknya, berdasarkan peranan serta fungsi alat-alat musik dan berdasarkan golongan alat musiknya. Berikut penjelasannya :

1. Berdasarkan penyajiannya
Berdasarkan penyajiannya, musik ansambel dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

a. Musik ansambel sejenis
Musik ansambel sejenis yaitu bentuk penyajian musik ansambel yang menggunakan alat-alat musik sejenis. Contoh musik ansambel sejenis adalah ansambel rekorder.
b. Musik ansambel campuran
Musik ansambel campuran yaitu bentuk penyajian musik ansambel yang menggunakan beberapa jenis alat musik atau bermacam-macam jenis alat musik. Contoh musik ansambel campuran adalah pianika, gitar, rekorder, triangle, tamborin dan juga simbal.

2. Berdasarkan peranan dan fungsinya
Berdasarkan peranan dan fungsi alat-alat musik yang digunakan, musik ansambel dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu antara lain sebagai berikut :

a. Ansambel melodis
Ansambel melodis yaitu alat musik yang digunakan berfungsi untuk memainkan rangkaian nada-nada yang merupakan melodi lagu. Contoh ansambel melodis adalah piano, rekorder, pianika, biola, terompet, tamborin dan harmonica.
b. Ansambel ritmis
Ansambel ritmis yaitu alat musik yang digunakan berfungsi untuk mengatur irama sebuah lagu. Contoh ansambel ritmis adalah tamborin, drum set, triangle, gong dan gendang.
c. Ansambel harmonis
Ansambel harmonis yaitu alat musik yang digunakan berfungsi untuk memainkan melodi lagu dan juga mengatur irama lagu.

3. Berdasarkan golongannya
Berdasarkan golongan alat musik, ansambel dibagi menjadi 2 macam yaitu dilihat dari aspek sumber bunyi, cara memainkan dan peranannya dalam musik ansambel.

a. Sumber bunyi
#1. Akrofon
Akrofon yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran udara yang ada. Contoh akrofon adalah seruling dan terompet.
#2. Membranofon
Membranofon yaitu alat musik yang menerima sumber suara dari plastik. Contoh membranofon adalah gendang, rebana dan drum.
#3. Kordofon
Kordofon yaitu alat musik yang sumber bunyinya didapatkan dari dawai atau tali. Contoh kordofon adalah gitar, kecapi dan biola.
#4. Idiofon
Idiofon yaitu alat musik yang sumber bunyinya terletak pada suara alat itu sendiri apabila dimainkan. Contoh idiofon adalah angklung dan gong.
#5. Elektrofon
Elektrofon yaitu alat musik yang bunyinya bersumber pada tegangan listrik. Contoh elektrofon adalah organ listrik dan gitar listrik.

b. Cara memainkan alat musik
#1. Dipukul
Contoh alat musik yang dipukul adalah drum, bongo, gendang dan saron.
#2. Dipetik
Contoh alat musik yang dipetik adalah gitar dan kecapi.
#3. Ditiup
Contoh alat musik yang ditiup adalah terompet, seruling dan klarinet.
#4. Digoyangkan/digetarkan
Contoh alat musik yang digoyangkan/digetarkan adalah angklung.
#5. Digesek
Contoh alat musik yang digesek adalah biola, rebab dan selo.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, jenis pengelompokan musik ansambel lengkap dengan teladan alatnya.

Pengertian, Jenis, Teknik Aransemen Lagu Lengkap

Pengertian, jenis dan teknik aransemen lagu yaitu pokok pembahasan utama materi pelajaran Seni dan Budaya yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Mengaransemen Lagu didalam berguru pendidikan seni budaya dan keterampilan yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian aransemen.
2. Jenis atau macam-macam aransemen.
3. Teknik mengaransemen lagu.
4. Cara membuat aransemen.
5. Langkah-langkah sederhana dalam membuat aransemen lagu Nusantara dalam bentuk ansambel.
6. Menyampaikan hasil aransemen lagu tempat setempat.

Mengaransemen lagu Nusantara dalam bentuk ansambel

Pengertian aransemen

Aransemen berasal dari bahasa Belanda yakni “Arrangement” yang artinya yaitu pembiasaan komposisi musik dengan nomor bunyi penyanyi atau instrumen musik yang didasarkan atas sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah. Orang yang melaksanakan aransemen lagu dikenal dengan sebutan Aranger atau pengaransemen. Modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang arranger yaitu menguasai pengetahuan ihwal harmoni.
#Pengertian, Jenis, Teknik Aransemen Lagu Lengkap

Jenis aransemen

Didalam mengaransemen lagu, terdapat #3 jenis/macam aransemen yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Aransemen vokal
Setiap lagu dapat disusun aransemen khusus vokal yaitu dalam dua suara, tiga suara, empat suara. Untuk menyusun aransemen vokal, yang paling mudah yaitu menyusun aransemen lagu dalam dua suara, sebab untuk menyusun aransemen lagu dalam tiga dan empat bunyi ada banyak persyaratan yang harus diperhatikan.

Untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan memuaskan, setelah selesai disusun aransemen lagunya kemudian dicoba untuk dinyanyikan secara bersama-sama, apabila dirasa kurang baik atau kurang memuaskan maka dapat dicoba lagi untuk menyusun aransemen lagu tersebut sampai pada kesudahannya diperoleh hasil yang sangat memuaskan.

2. Aransemen instrumen
Dalam menyusun aransemen instrumen sangat berbeda dengan aransemen vokal. Untuk menyusun aransemen instrumen kita harus menyesuaikan dengan alat-alat musik yang dipergunakan. Semakin lengkap alat musik yang kita pergunakan, semakin banyak pula kemungkinan variasi yang dapat diciptakan. Untuk menyusun aransemen instrumen, kita harus berpedoman pada pengetahuan ilmu harmoni dan akord.

Bagian-bagian dari suatu aransemen musik dikenal dengan istilah :
a. Partituur (Belanda).
b. Partitura (Italia).
c. Part (Inggris).
d. Parte (Perancis).
Dan dalam aransemen instrumen, kebanyakan partitur dimainkan bergantian tugas, sedangkan dalam aransemen vokal pada umumnya semua partitur umumnya berbunyi bersamaan.

3. Aransemen campuran
Aransemen campuran yaitu campuran aransemen vokal dan instrumen. Teknik yang dilakukan yaitu vokalnya menggabungkan dua jenis aransemen yang telah ada. Dalam aransemen campuran pada umunya yang ditonjolkan yaitu vokalnya, sedangkan instrumennya berfungsi untuk pengiring dan memeriahkan, sehingga pertunjukan yang disajikan bertambah sempurna.

Untuk mengendalikan keseimbangan dalam menampilkan aransemen yang telah disusun diharapkan adanya seorang pemimpin yaitu seorang dirigen atau conductor.

Teknik mengaransemen lagu

Secara umum terdapat 3 unsur utama di dalam musik yang harus diperhatikan ketika membuat aransemen yakni antara lain sebagai berikut :

1. Ritme dan rujukan ritme
Ritme yaitu panjang pendeknya bunyi yang bergerak secara teratur. Sedangkan rujukan ritme yaitu bentuk pengulangan dari pengembangan bangunan ritme yang digunakan oleh frase melodi atau kelompok frase melodi.
2. Melodi
Melodi yaitu rangkaian sejumlah nada yang disusun dan dibunyikan secara runtut dan teratur.
3. Harmoni
Harmoni yaitu perpaduan nada-nada melodi dengan rujukan ritme yang serasi dan selaras sebagai satu kesatuan utuh suatu karya seni.

Cara membuat aransemen

Dalam membuat aransemen, biasanya dapat digunakan #2 cara yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Secara tertulis
Maksudnya yaitu dengan melaksanakan penambahan notasi atau pengubahan notasi dan dilakukan secara tertulis pada susunan not partiture sebuah lagu.
2. Secara tidak tertulis
Maksudnya yaitu dengan melaksanakan pengubahan pribadi pada ketika penggarapan lagu atau biasa disebut dengan improvisasi panggung.

Langkah-langkah sederhana dalam membuat aransemen lagu Nusantara dalam bentuk ansambel

Sesuai dengan judul mengenai mengaransemen lagu secara sederhana menyerupai lagu Nusantara kedalam bentuk ansambel menyerupai yang pernah dijelaskan pada pembahasan sebelum nya yakni :
Baca ini : Pengertian Dan Jenis Musik Ansambel Lengkap Dengan Contoh Alatnya
maka berikut ini yaitu #7 langkah-langkah praktis yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aransemen yakni antara lain sebagai berikut :

1. Menentukan naskah lagu asli yang akan di aransemen.
2. Mengamati, mencermati dan memahami perjalanan melodi lagu asli yang akan di aransemen.
3. Mengamati, mencermati tanda-tanda lagu yang digunakan dan makna lagu aslinya.
4. Mengelompokkan jenis-jenis alat musik yang akan dilibatkan dalam aransemen gres sesuai peran dan fungsinya masing-masing.
5. Menyeimbangkan komposisi jumlah alat musik yang akan dilibatkan dalam aransemen lagu biar tercipta sebuah harmoni.
6. Penulisan partitur lagu secara terpisah untuk setiap alat musik dan terpadu secara keseluruhan.
7. Jangan lupa minta izin kepada pembuat lagu (jika masih ada), dan mencantumkan nama pencipta lagu kedalam naskah hasil aransemen.
Baca juga : #10 Contoh Lagu Nusantara

Menyampaikan hasil aransemen lagu tempat setempat

Menyajikan karya musik tempat setempat yaitu acara mempertunjukkan karya seni musik kepada orang lain untuk dinilai. Tujuan pertunjukan seni musik bagi siswa, antara lain yaitu menyampaikan potensi siswa dibidang musik, menambah iman diri dan melatih disiplin serta bertanggung jawab siswa.

Beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam menampilkan aransemen lagu yaitu antara lain menyerupai :
a. Pemain
b. Instrumen/alat musik
c. Pemimpin penampilan aransemen lagu dalam bentuk paduan bunyi atau yang biasanya disebut konduktor, dan partitur yaitu lembaran kertas yang berisi notasi musik.

Pada prinsipnya untuk menjadi penyanyi profesional, dibutuhkan latihan rutin dan pemeliharaan anatomi tubuh. Mutu bunyi insan ditentukan oleh organ-organ bunyi yang ada didalam tubuh.

Selain ditentukan oleh organ-organ tubuh, mutu dan pembentukannya, bunyi insan juga didukung oleh beberapa teknik vokal, diantaranya yaitu intonasi, resonansi, artikulasi, pernapasan dan pembawaan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya :

1. Intonasi
Intonasi yaitu salah satu latihan dasar yang penting bagi seseorang penyanyi sebab tanpa pembenahan intinasi (ketepatan bunyi tiap nada), bunyi yang dihasilkan menjadi sumbang dan tidak merdu.

2. Artikulasi
Artikulasi yaitu cara mengucapkan kata-kata dalam menyanyi biar pesan lagu dapat dimengerti dan dipahami pendengar.

3. Resonansi
Resonansi yaitu suatu gejala bunyi yang dikembalikan dari suatu ruangan, semacam gema yang timbul sebab adanya ruangan berdinding keras sehingga sanggup memantulkan suara.

4. Pernapasan
Pernapasan yaitu keluar masuknya udara melalui paru-paru. Udara yang digunakan ketika menyanyi lebih banyak dibandingkan persediaan untuk bernapas sehari-hari. Teknik pernapasan ada tiga macam, yaitu pernapasan dada (costal), pernapasan perut (abdominal), dan pernapasan diafragma.

5. Pembawaan
Salah satu keberhasilan seorang penyanyi dalam membawakan sebuah lagu yaitu ketepatan dalam menginterpretasikan sebuah karya musik atau lagu. Menampilkan sebuah karya musik mengacu pada dua aspek penting yang terpadu didalamnya, yakni menyajikan sebuah karya cipta hasil proses kreasi yang cukup panjang, serta menampilkan sebuah suguhan hiburan dihadapan publik.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, jenis dan teknik aransemen lagu.

Bentuk, #7 Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Bentuk, #7 pola karya seni rupa terapan nusantara yaitu pembahasan utama materi pelajaran seni budaya yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Karya Seni Rupa Terapan didalam berguru seni, budaya dan keterampilan yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. #4 Bentuk karya seni rupa terapan.
2. #7 Contoh karya seni rupa terapan.

#4 bentuk karya seni rupa terapan

Karya seni rupa terapan yang terdapat di Indonesia sangat beragam dengan beraneka aneka jenis, bentuk, fungsi dan teknik pembuatannya. Bentuk karya seni rupa terapan tersebut diantaranya terdapat pada bentuk antara lain ibarat :

1. Bentuk rumah adat.
2. Bentuk senjata tradisional.
3. Bentuk transportasi tradisional.
4. Bentuk seni kriya.
#Bentuk, #7 Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Baca juga : Pengertian, Jenis Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

#7 Contoh karya seni rupa terapan

#1. Rumah adat
Rumah sopan santun di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Jika melihat bangunan rumah sopan santun di Indonesia secara keseluruhan, maka kita akan dapat membedakan bangunan rumah sopan santun tersebut yang berdasarkan atas :
1. Atapnya.
2. Ragam hiasnya.
3. Bentuk dan materi bakunya.

Contoh rumah adat
1. Rumah Gadang di Padang bentuknya memanjang ke samping.
2. Rumah sopan santun Minahasa bentuknya memanjang ke belakang.
3. Rumah beratap joglo di Jawa.
4. Rumah beratap bubungan tinggi di jambi.
5. Rumah beratap gonjong di Minangkabau.
6. Rumah beratap limas terpenggal di Papua.
7. Sedangkan rumah dengan ciri khas bertiang dan berkolong (dibawahnya terdapat kolong) atau yang biasa disebut dengan rumah panggung terdapat di Sulawesi, Kalimantan dan Sumatra.

#2. Senjata tradisional
Pada jaman dahulu, senjata tradisional digunakan untuk berburu, berperang melawan musuh, bekerja dan dijadikan benda pusaka. Namun, dikala ini hanya digunakan sebagai benda pusaka dan alat untuk membantu melaksanakan pekerjaan. Senjata tradisional seringkali memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

Contoh senjata tradisional
Contoh senjata tradisional Nusantara yaitu antara lain sebagai berikut :
1. Kawali (Badik) dari Sulawesi.
2. Keris dari Jawa.
3. Mandau dari Kalimantan.
4. Celurit dari Madura.

#3. Transportasi tradisional
Alat transportasi tradisional masih eksis ditengah perkembangan transportasi modern yang kian pesat ibarat sekarang. Setiap tempat pasti memiliki alat transportasi tradisional yang khas. Alat transportasi tradisional seringkali diberi sentuhan seni biar terlihat menarik.

Contoh alat transportasi tradisional
Dibawah ini yaitu pola alat transportasi tradisional antara lain yakni sebagai berikut :
1. Becak.
2. Delman.
3. Perahu tradisional.
Terdapat juga alat transportasi modern yang menjadi ciri khas di salah satu tempat di Indonesia yakni ibarat bajaj di Jakarta. Bentuk, #7 pola karya seni rupa terapan nusantara.

#4. Batik
Batik yaitu kain yang mengalami proses canting atau printing. Batik yaitu ciri khas pakaian asli Indonesia yang telah diakui dunia. Teknik membatik sudah dikenal semenjak lama. Banyak sekali terdapat pusat pengrajin batik di Nusantara. Salah satunya yang populer yaitu Solo dan Pekalongan. Kain batik dijadikan pakaian untuk aktivitas formal dan bahkan aktivitas internasional. Selain itu, banyak sekolah yang menggunakan seragam batik di hari-hari tertentu.

#5. Anyaman
Kerajinan anyaman masih sering digunakan sampai kini, terutama bagi ibu-ibu yang sedang kepasar. Anyaman juga dapat digunakan untuk membuat piring, mebel, tempat membawa ayam, furniture, dan lain sebagainya. Kerajinan anyaman hampir dapat ditemukan di seluruh wilayah Nusantara.
Baca juga : Produk Kerajinan Dari Bahan Keras
#6. Tenun
Tenun yaitu kain yang dibuat secara tradisional dengan cara menenun. Kain tenun yaitu salah satu ciri khas Nusantara selain batik. Menenun biasanya membutuhkan waktu yang lama alasannya kerumitannya. Maka dari itu kain tenun memiliki harga yang mahal alasannya kerumitannya dan nilai seninya.

#7. Gerabah
Gerabah yaitu suatu kerajinan tangan yang berasal dari tanah liat yang juga bab dari keramik. Namun banyak masyarakat beranggapan bahwa gerabah bukanlah bab dari keramik alasannya tekstur permukaannya yang tidak mengkilap ibarat halnya vas bunga dan guci. Akan tetapi keduanya memiliki materi dasar yang sama yaitu tanah liat dan sama-sama merupakan materi pecah belah, hanya yang membedakan permukaan halus dan mengkilap saja.

Akan tetapi dalam esensinya benda-benda ini sama. Salah satu kota di Indonesia yaitu Kasongan, Yogyakarta dan Cirebon memiliki kerajinan tangan berupa gerabah yang memiliki nilai estetika tinggi yang sudah diakui nusantara dan dunia.

Demikian pembahasan mengenai bentuk, #7 pola karya seni rupa terapan nusantara.

Pengertian, Jenis Karya Seni Rupa Terapan Nusantara Lengkap

Pengertian, jenis karya seni rupa terapan nusantara ialah pembahasan utama bahan pelajaran seni budaya yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Karya Seni Rupa Terapan didalam mencar ilmu seni, budaya dan keterampilan yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian seni rupa nusantara.
2. Pengertian seni rupa terapan.
3. Pengertian seni rupa aplikatif.
4. Contoh wujud seni rupa aplikatif.
5. Jenis/bentuk karya seni rupa terapan.

Pengertian seni rupa nusantara

Apa yang dimaksud dengan seni rupa nusantara ?
Seni rupa nusantara ialah bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di kawasan masing-masing diseluruh wilayah yang mencakup Indonesia. Beragam bentuk kesenian nusantara tumbuh berdasarkan hasil dari budaya masyarakat di wilayah yang sesuai dengan budpekerti istiadat serta kondisi lingkungan yang ditempatinya. Dari kesekian banyak bentuk kesenian yang berkembang, salah satunya ialah bentuk seni rupa terapan.
#Pengertian, Jenis Karya Seni Rupa Terapan Nusantara Lengkap
Baca juga : Bentuk Dan #7 Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Pengertian seni rupa terapan

Apa yang dimaksud dengan seni rupa terapan ?
Seni rupa terapan ialah karya seni yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kejiwaan) insan yang tidak hanya mampu dipandang keindahannya, namun juga dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karya seni rupa terapan disebut juga dengan seni rupa aplikatif.

Pengertian seni rupa aplikatif

Apa yang dimaksud dengan seni rupa aplikatif ?
Seni rupa aplikatif ialah karya seni rupa yang telah diaplikasikan (terapkan) pada bentuk-bentuk fungsional (bentuk apa saja yang dibuat dengan tujuan untuk memenuhi hidup manusia).

Contoh wujud seni rupa aplikatif
#5 pola wujud seni rupa aplikatif adalah dapat berupa :
1. Perlengkapan makan.
2. Perhiasan.
3. Perabot rumah tangga.
4. Perlengkapan pertunjukan.
5. Pakaian.
Pengertian, jenis karya seni rupa terapan nusantara

Jenis karya seni rupa terapan

Bentuk karya seni rupa terapan dikategorikan menjadi 3 jenis yaitu berdasarkan fungsinya, wujudnya dan bentuknya. Adapun #3 bentuk karya seni rupa terapan tersebut dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut :

1. Seni rupa terapan berdasarkan fungsinya
a. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan)
Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis atau disebut juga dengan sifat kegunaan ialah suatu karya yang berfungsi sebagai benda pakai dan mengandung nilai hias. Contohnya adalah menyerupai perabotan rumah tangga, lemari, meja, dingklik dan tekstil.

b. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan)
Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis atau disebut juga dengan sifat keindahan ialah suatu karya yang berfungsi yang semata-mata hanya sebagai benda hias, benda hiasan dan penghias ruangan. Contohnya adalah menyerupai karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-benda kerajinan untuk penghias ruangan, misalnya menyerupai topeng, vas bunga dan patung.

2. Seni rupa terapan berdasarkan wujudnya
a. Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra)
Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) ialah suatu karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar serta dapat dilihat dari satu arah. Contoh karya seni rupa terapan dua dimensi adalah batik, tenun dan wayang kulit.

b. Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra)
Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra) ialah suatu karya seni rupa yang dilihat dari segala arah dan memiliki ruang atau volume. Contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah patung, rumah adat, senjata tradisional misalnya menyerupai rencong dan pedang.

3. Seni rupa terapan berdasarkan bentuknya
Dalam karya seni rupa terapan berdasarkan bentuknya dibagi dalam empat kategori yaitu antara lain sebagai berikut :
a. Transportasi tradisional.
b. Seni kriya.
c. Rumah adat.
d. Senjata tradisional.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, jenis karya seni rupa terapan nusantara.

Sikap Apresiatif Terhadap Keunikan Gagasan dan Teknik Dalam Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan nusantara yaitu pembahasan utama materi pelajaran seni budaya yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Karya Seni Rupa Terapan didalam berguru seni, budaya dan keterampilan yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian apresiasi.
2. #8 Teknik pembuatan karya seni rupa terapan nusantara.

Pengertian Apresiasi

Apa yang dimaksud dengan apresiasi ?
Apresiasi yaitu sikap kepekaan yang dalam (mendalam) perihal menghargai, mengagumi dan menilai sebuah karya seni. Apresiasi pasif tumbuh seiring dengan penyesuaian yang sifatnya pasif hingga pada tahap menilai, mulai dari mengamati gambar atau reproduksi karya seni rupa di buku hingga menghadiri pekan raya karya seni rupa. Apresiasi aktif yaitu apresiasi pasif yang disertai pembuatan karya.
Sikap Apresiatif Terhadap Keunikan Gagasan dan Teknik Dalam Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Karya seni rupa terapan yang terdapat di Nusantara sangat beragam dengan aneka jenis, bentuk, fungsi dan teknik pembuatannya. Karya seni rupa terapan Nusantara tersebut dengan segenap keunikan gagasannya patut menerima apresiasi, baik secara aktif maupun pasif. Gagasan (ide kreatif) tersebut merupakan awal proses penciptaan karya seni, termasuk karya seni rupa terapan Nusantara yang diciptakan berdasarkan nilai guna tanpa mengesampingkan nilai seni.
Baca juga : Pengertian, Jenis Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Keragaman teknik pembuatan karya seni rupa terapan nusantara

Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang diubahsuaikan dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, membentuk, memutar dan mencetak. Adapun #8 teknik / cara pembuatan benda kriya karya seni rupa terapan nusantara dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Teknik cor (cetak tuang)
Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik pengolahan perunggu. Terdapat beberapa benda kriya dari materi perunggu ibarat gendering perunggu, kapak, bajana dan perhiasan. Teknik cetak pada waktu itu terdapat dua macam yaitu antara lain sebagai berikut :

#2 macam teknik cetak
a. Teknik tuang berulang (bivalve)
Teknik bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali alasannya menggunakan dua keping cetakan terbuat dari watu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi berarti dan va Ive berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana baik bentuk maupun hiasannya.

b. Teknik tuang sekali pakai (A cire perdue)
Teknik a cire perdue disebut juga teknik tuang sekali pakai alasannya dibuat untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, misalnya ibarat arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat, selanjutnya dilapisi lilin, lalu ditutupi lagi dengan tanah liat, kemudian dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga, sehingga perunggu dapat dituang kedalamnya.

Setelah dingin, cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan. Di samping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu. Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam ibarat kerajinan perak. Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinan perak di kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto.

2. Teknik ukir
Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang mampu dipakai sebagai materi dasar seni ukir kayu. Mengukir adalah acara menggores, memahat dan menoreh contoh pada permukaan benda yang diukir.

Di indonesia, karya ukir sudah dikenal semenjak zaman watu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari watu ibarat perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda itu diberi ukuran bermotif geometris, ibarat tumpai, lingkaran, garis, swastika, zig-zag dan segitiga. pada umumnya tabrakan tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.

#4 Jenis ukiran
Dilihat dari jenis-jenisnya, terdapat beberapa jenis tabrakan yakni antara lain sebagai berikut :
a. Tembus (krawangan).
b. Ukiran rendah.
c. Ukiran tinggi (timbul).
d. Ukiran utuh.

#5 Fungsi karya seni ukir
Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi yaitu ibarat fungsi hias, fungsi magis, fungsi simbolik dan fungsi konstruksi. Adapun #5 fungsi karya seni ukir dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut :

a. Fungsi hias
Fungsi hias yaitu tabrakan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.
b. Fungsi magis
Fungsi magis yaitu tabrakan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
c. Fungsi simbolik
Fungsi simbolik yaitu tabrakan tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai menyimbolkan hal tertentu yang bekerjasama dengan spiritual.
d. Fungsi konstruksi
Fungsi konstruksi yaitu tabrakan yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
e. Fungsi ekonomis
Fungsi ekonomis yaitu tabrakan yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.

3. Teknik membatik
Kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahui secara pasti. Batik adalah karya seni rupa yang pada umumnya berupa gambar pada kain. Proses pembuatan batik adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap pelorodan yaitu penghilangan malam.

#5 Teknik membatik
Sesuai dengan perkembangan zaman, ketika ini dikenal beberapa teknik membatik yaitu antara lain sebagai berikut :

a. Batik celup ikat
Batik celup ikat yaitu pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagai materi penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain.
b. Batik tulis
Batik tulis yaitu batik yang dibuat melalui cara menunjukkan malam dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada kain.
c. Batik cap
Batik cap yaitu batik yang dibuat menggunakan alat cap (stempel yang pada umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk membuat motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.
d. Batik lukis
Batik lukis yaitu batik yang dibuat dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk menerima efek-efek tertentu.
e. Batik modern
Batik modern yaitu batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh aturan teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna, oleh alasannya itu pada hasil kesannya tidak ada motif, bentuk, komposisi dan pewarnaan yang sama di setiap produknya.
f. Batik printing
Batik printing yaitu kain yang motifnya ibarat batik. Proses pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik, tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini untuk kain seragam sekolah.

4. Teknik anyam
Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari misalnya ibarat keranjang, tikar, topi dan lain sebagainya dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari banyak sekali tumbuhan yang diambil seratnya, antara lain ibarat bambu, palem, rotan, mendong, pandan dan lain sebagainya.

5. Teknik tenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam. Perbedaan teknik menenun dengan teknik menganyam yaitu hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu. Sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan.

6. Teknik membentuk
Pengertian teknik membentuk yaitu membuat karya seni rupa dengan media tanah liat yang lazim disebut dengan gerabah, tembikar atau keramik. Keramik adalah karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang gres dan jauh berbeda dari materi mentahnya.

#3 teknik pembuatan keramik
Teknik yang pada umumnya digunakan pada proses pembuatan keramik diantaranya yaitu sebagai berikut :
a. Teknik coil (lilit pilin).
b. Teknik tatap batu/pijat jari.
c. Teknik slab (lempengan).

Cara pembentukan keramik yaitu dengan tangan eksklusif ibarat coil, lempengan atau pijat jari yaitu teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman atau para penggemar keramik.

7. Teknik putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) yang bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentra keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand whell) atau alat putar kaki (kick whell). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama ibarat gentong, guci dan lain-lain.

8. Teknik cetak
Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai yaitu berupa gips, ibarat untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, ibarat alat-alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok dan gelas.
Baca juga : Bentuk, #7 Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Di samping cara-cara pembentukan diatas, para pengrajin keramik tradisional dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres, ibarat yang dilakukan pengrajin genteng, tegel dinding maupun hiasan dinding dengan banyak sekali motif ibarat bintang atau tumbuh-tumbuhan.

Demikian pembahasan mengenai sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan nusantara.