Showing posts with label ulama. Show all posts
Showing posts with label ulama. Show all posts

2 Nasehat tentang kebaikan

Sekali lagu, Nasehat tidak perlu diragukan lagi kemanjurannya untuk kebaikan insan. Nasehat menumbuhkan rasa percaya diri dan menyadarkan sebuah kesombongan dan kealpaan sewaktu kita lupa. Dengan nasehat pula manusia bisa hidup lebih baik dan terarah. Kali ini blog Memotivasi akan menyampaikan 2 nasehat tentang kebaikan , semoga menjadikan kita semakin baik dan lebih baik.


“Raihlah sesuatu itu dengan bakat yang kau miliki, dan jangan meraihkan (mengingankan) sesuatu sesuai dengan nafsu atau seleramu”. (Lukman Hakim)

'Sesungguhnya kebaikan itu memancarkan cahaya pada wajah seseorang, dan cahaya pada hati, keluasan dalam rezeki, kekuatan pada badan, kecintaan di tengah makhluk. Dan keburukan akan mengakibatkan kehitaman pada wajah, kegelapan dalam hati, kelemahan badan dan kekurangan rezeki, serta kebencian di dalam hati para makhluk Allah.'' (Abdullah bin Abbas Radliyallah ‘anhu)

Nasehat agar meniru anak kecil

Meniru anak kecil ?, tentu sebagian orang yang sudah dewasa atau dirinya dewasa berfikir bila anak kecil hanyalah anak kecil yang cengeng. Anak kecil yang kesehariannya cuma bermain, bercanda, bersendau gurau dan menangis. itu mungkin yang banyak terfikirkan oleh kita. Namun pada dasarnya, anak kecil dengan kepolosannya, anak kecil dengan segala ilmu yang belum terserap sempurna menjadikan dia begitu lugu dan apa adanya. kalau boleh diibaratkan dalam pergaulannya 'tidak ada dusta diantara kita'.


Disela kehidupan seorang anak kecil tersimpan hikmah yang seharusnya kita sebagai manusia dewasa yang berfikir akan menemukan ilmu yang tersirat. Di kehidupan anak kecil tidak ada kebohongan, tidak ada syakwasangka, tidak ada retorika politik dalam kehidupannya. semua mengalir apa adanya. Di bawah ini cuplikan Nasehat ulama tentang mencontoh anak kecil.

"Jika engkau duduk bersimpuh di kegelapan malam menghadap Sayyid-mu (yaitu Allah Ta’ala), maka amalkanlah akhlak anak kecil. Karena anak kecil itu jika meminta sesuatu kepada ayahnya, lalu tidak diberikan, ia akan menangis kepada ayahnya".(— Ibnul Jauzi )

Dengan Ilmu semua jadi tahu Halal Haram

Dengan ilmulah segala sesuatu perbuatan diukur, diketahuinya tentang halal dan haram, dipahami dengan hukum-hukum syariat, dan dibedakan kebenaran dan kebatilan, serta merupakan jalan petunjuk dan kesesatan. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa salllam senantiasa selalu berdoa di pagi hari setelah subuh dengan doa:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا صَالِحًا»
Ya Allah, Aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal shalih yang diterima” (HR Ahmad)


Doa diatas dimulai dengan meminta ilmu yang banyak dan bermanfaat. Karena dengan ilmu seorang hamba bisa membedakan antara rezeki yang baik dan buruk, membedakan antara amal shalih dan amal kejelekan. Adapun jika seorang hamba tidak memilik ilmu yang bermanfaat, bagaimana dia bisa membedakan halal dan haram, perkara baik dan buruk, serta amalan kebaikan dan kejelekan?

oleh— Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al Abbad