Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Pengertian, #2 Proses Metabolisme (Katabolisme Dan Anabolisme)

Pengertian, #2 proses metabolisme (katabolisme dan anabolisme) adalah pokok pembahasan materi pelajaran biologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Pengertian Metabolisme dan Proses Metabolisme didalam berguru pendidikan biologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian metabolisme.
2. #2 proses metabolisme.
3. Pengertian katabolisme.
4. Contoh katabolisme.
5. Pengertian anabolisme.
6. Pengertian fotosintesis.
7. Bagian-bagian klorofil dan #2 tahap reaksi fotosintesis.

Pengertian metabolisme

Metabolisme ialah reaksi-reaksi biokimia yang terjadi pada sel dalam badan mahkluk hidup. Reaksi kimia ini akan mengubah suatu zat menjadi zat lain. Adapun didalam proses metabolisme terdapat dua proses. #2 proses metabolisme adalah Katabolisme dan Anabolisme. Berikut penjelasan mengenai kedua proses tersebut.
Pengertian, #2 Proses Metabolisme (Katabolisme Dan Anabolisme)

Pengertian katabolisme

Katabolisme ialah reaksi penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan dukungan enzim serta menghasilkan atau melepaskan energi (bersifat eksertgonik) yang berupa :

1. ATP (Adenosin TriPhospat).
2. Elektron berenergi tinggi NADH2 (Nikotilamid adenin dinukleotida).
3. FADH2 (Flavin adenin dinukleotida H2).

Contoh katabolisme

Contoh katabolisme ialah respirasi. Adapun respirasi kemudian terbagi menjadi 2 yakni antara lain sebagai berikut :

1. Respirasi aerob
Respirasi aerob ialah peristiwa pembakaran zat makanan yang menggunakan oksigen dari pernapasan untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP.
Baca juga : Pengertian Makanan Dan Fungsi Makanan Bagi Tubuh
Secara sederhana reaksi respirasi aerob ialah :

C6H12O6 + 6O2 --> 6H2O + 6CO2 + 36ATP

#4 tahap Respirasi aerob
Respirasi aerob berlangsung dengan 4 tahap yakni antara lain sebagai berikut :

#1. Glikolisis
Pengubahan 1 atom glukosa (6 atom C) menjadi 2 molekul yang lebih sederhana (asam piruvat = 3 atom C). Glikolisis terjadi dalam sitoplasma sel. Produk penting glikolisis ialah :

a. 2 molekul asam piruvat.
b. 2 molekul NADH sebagai sumber elektron berenergi tinggi.
c. 2 molekul ATP dari 1 molekul glukosa.

#2. Dekarboksilasi Oksidasi Asam Piruvat
Mengubah asam piruvat (senyawa berkarbon 3) menjadi asetil KoA (senyawa berkarbon 2). Dekarboksilasi Oksidasi Asam Piruvat berlangsung pada matriks mitokondria. Dihasilkan 1 NADH dan CO2 untuk setiap pengubahan molekul asam piruvat menjadi asetil KoA. Pada mahkluk organisme prokariotik berlangsung dalam sitosol (cairan sitoplasma sel).

#3. Siklus krebs (siklus asam sitrat)
Siklus krebs ditemukan oleh Hans Krebs. Siklus krebs disebut juga siklus asam sitrat. Siklus krebs terjadi didalam mitokondria. Mengubah asetil KoA menjadi CO2. Produk penting siklus krebs ialah :

a. 3 molekul NADH = 6 NADH.
b. 1 molekul FADH = 2 FADH2.
c. 1 molekul ATP = 2 ATP.
d. 1 CO2 = 2CO2.

#4. Transpor elektron
ATP yang dihasilkan pada tahap ini ialah 32 ATP. Secara sederhana, reaksi transpor elektron dituliskan :
24e- + 24H+ + 6O2 --> 12H2O

2. Respirasi anaerob
Respirasi anaerob ialah respirasi yang tidak menggunakan O2 sebagai penerima elektron terakhir pada ketika pembentukan ATP atau disebut juga fermentasi. Menggunakan glukosa sebagai substrat. Organisme yang melaksanakan fermentasi ialah basil dan protista yang hidup di rawa, lumpur dan makanan yang di awetkan.

Beberapa organisme dapat berespirasi menggunakan oksigen, tetapi juga dapat melaksanakan fermentasi. Contohnya sel-sel otot dapat melaksanakan respirasi anaerob jikalau lingkungan kekurangan O2.

#2 macam fermentasi
Fermentasi ada 2 yaitu antara lain sebagai berikut :
1. Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi Asam Laktat merupakan respirasi anaerob. Hasil simpulan fermentasi asam laktat ialah asam laktat/ asam susu/ asam kelelahan yang terjadi akhir penimbunan asam laktat pada otot tubuh.
Baca juga : Pengertian, Fungsi Dan Jenis Otot Serta Cara Kerja Otot

Fermentasi dimulai dengan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat alasannya ialah pada proses ini tidak ada O2 yang merupakan reseptor terakhir, maka asam piruvat diubah menjadi asam laktat.

Fermentasi Asam Laktat juga merupakan zat kimia yang merugikan alasannya ialah bersifat racun atau toksin. Pada fermentasi asam laktat, glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat, 2 NADH dan terbentuk ATP. Tidak bereaksi secara tepat memecah glukosa menjadi CO2, air serta ATP sehingga ATP dihasilkan pun tidak sebesar ATP yang dihasilkan dari glikolisis.

2. Fermentasi alk0h0l
Fermentasi alk0h0l terjadi pada mikroorganisme, peristiwa pembebasan energi terjadi alasannya ialah asam piruvat diubah menjadi asam asetat dan CO2. Selanjutnya asam asetat diubah menjadi alk0h0l. Pada fermentasi ini energi (ATP) yang dihasilkan dari 1 molekul glukosa hanya 2 molekul ATP, berbeda dengan respirasi aerob yang mengubah 1 molekul glukosa menjadi 36 ATP

Pengertian anabolisme

Anabolisme ialah reaksi pembentukan atau sintesis (penyusunan) molekul sederhana menjadi molekul kompleks dan memerlukan energi ATP (endergonik). Contoh reaksi anabolisme ialah Fotosintesis dan Kemosintesis. Berikut penjelasannya :

a. Pengertian fotosintesis
Fotosintesis ialah peristiwa pembentukan karbohidrat dari CO2 dan air dengan dukungan energi cahaya matahari serta adanya klorofil. Fotosintesis terjadi didalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastida yang mengandung pigmen hijau (klorofil). Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun terutama pada sel-sel palisade atau sel jaringan tiang.
Pembentukan ATP pada ke 2 jalur tersebut terjadi melalui peristiwa fotofosforilasi. Pembentukan ATP dari ADP + Pi ini merupakan suatu mekanisme penyimpanan energi matahari yang diserap kemudian diubah menjadi bentuk energi kimia. Selanjutnya NADPH dan ATP yang dihasilkan di gunakan pada reaksi gelap. Secara sederhana reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut :
#Reaksi Fotosintesis

Bagian-bagian klorofil

1. Stroma
Stroma ialah bab kosong dari klorofil yang berisi enzim yang berperan untuk menangkap CO2 untuk proses fotosintesis.
2. Grana
Grana ialah lembaran-lembaran datar berbentuk cakram yang membentuk tumpukan saling berhubungan. Terbentuk dari pelipatan membran dalam kloroplas berfungsi menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.
3. Tilakoid
Tilakoid ialah selubung tangkai penghubung beberapa granum.

Adapun klorofil kemudian dibagi menjadi 2 yakni antara lain klorofil a dan klorofil b. Berikut penjelasannya :

1. Klorofil a
Pada klorofil a terdapat 2 macam fotosistem, yaitu antara lain :
a. Fotosistem I atau disebut P700 alasannya ialah bisa menyerap energi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm. Menyerap warna merah, biru dan ungu.
b. Fotosistem II atau disebut P680 yang menyerap energi cahaya dengan panjang gelombang 68 nm. Berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Mampu menyerap cahaya merah dan biru keunguan.

2. Klorofil b
Pada klorofil b bisa menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Didalam kloroplas terdapat pigmen pemanis yaitu pigmen karotenoid (orange), antosianin (merah) dan fikobilin (biru). Reaksi fotosintesis dibagi 2 tahap yaitu :


#2 tahap reaksi fotosintesis

1. Reaksi terang (reaksi hills)
Energi matahari ditangkap oleh klorofil dan diubah menjadi bentuk energi kimia yaitu ATP dan NADPH. Terjadi fotolisis air oleh cahaya matahari menjadi ion hidrogen dan oksigen (penguraian H2O --> H2 + ½ O2). Reaksi ini berlangsung dalam tilakoid (grana). Rekasi terang dapat dituliskan :
#Reaksi Terang
Peristiwa bereaksinya senyawa ADP dan asam fosfat menjadi ATP disebut fotofosforilasi, reaksinya sebagai berikut :
selama berlangsungnya reaksi terang, terjadi dalam elektron.

Ada #2 macam aliran elektron yaitu :
#1. Aliran elektron fotosistem I bersifat siklik (fotofosforilasi siklik)
Cahaya klorofil a dapat menjadikan elektron yang berasal dari fotosistem 1 (P700) terlempar keluar orbitnya kemudian ditangkap oleh peserta penerima elektron, misalnya plastokuinon atau sitokinin.

Selanjutnya elektron itu pindah ke peserta lain, kemudian menuju kembali ke klorofil P700 awal. Selama proses perpindahan dari peserta satu ke peserta lain terdapat energi yang terlepas dari elektron. Energi tersebut digunakan dalam fotofosforilasi siklik dengan produk simpulan berupa ATP dan tidak dihasilkan NADPH serta O2.

#2. Aliran elektron fotosistem II bersifat non siklik (fosforilasi non siklik)
Elektron yang terlepas ditangkap oleh peserta elektron yaitu NADPH2 kemudian elektron bersama dengan 2H- dari pecahan H2O mengikuti jalannya elektron siklik pindah ke peserta lain misalnya plastosianin atau feredoksin.

Selanjutnya elektron itu pindah dan tidak ke fotosistem awal, tetapi mengalir melalui membran tilakoid ke fotosistem yang lain. Molekul NADPH2 dan ATP yang berenergi tinggi. Mengubah CO2 dan H2O menjadi produk gula menyerupai glukosa, maltosa, fruktosa dan amilum dan O2. Pada jalur ini dihasilkan 2 ATP dan 1 NADPH.

2. Reaksi gelap atau fiksasi CO2 (siklus calvin atau calvin-benson) jalur C-3
Disebut rekasi gelap alasannya ialah tidak tergantung secara pribadi dengan cahaya matahari. Reaksi gelap terjadi didalam stroma.

a. Karboksilasi (fiksasi CO2)
Penambahan CO2 oleh RuBP (Ribulosa Bhi Phospat) untuk membentuk molekul APG (Asam Phospo Gliserat)dengan dukungan enzim.
b. Reduksi
Reduksi ialah pengubahan APG menjadi PGAL.
c. Regenerasi
Pembentukan kembali senyawa RuBP di gunkan untuk mengikat CO2. Pada tahap ini, molekul PGAL disusun ulang menjadi RuBP. Untuk membentuk 1 molekul glukosa diperlukan sebanyak 6 kali siklus (siklus calvin) dengan menangkap 6 molekul.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, #2 proses metabolisme (katabolisme dan anabolisme).

Pengertian, Tujuan Reproduksi Sel Serta Fasenya

Pengertian, tujuan reproduksi sel serta fasenya ialah pembahasan utama materi pelajaran biologi yang akan dijelaskan secara lengkap pada materi berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Reproduksi Sel yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian reproduksi sel.
2. Tujuan reproduksi sel.
3. Reproduksi sel pada organisme prokaritik.
4. Proses pembelahan biner.
5. Reproduksi sel pada organisme Eukariotik.
6. #2 jenis / macam pembelahan sel.
7. Fase pembelahan mitosis.
8. Fase pembelahan meiosis.
9. Meiosis I dan meiosis II.

Pengertian reproduksi sel

Reproduksi atau disebut juga dengan berkembang ialah salah satu ciri mahkluk hidup untuk mempertahankan jenisnya dan jumlahnya. Sedangkan arti reproduksi sel adalah proses memperbanyak jumlah sel dengan cara membelah diri, baik pada organisme multiseluler maupun uniseluler.
Pengertian, tujuan reproduksi sel serta fasenya

Tujuan reproduksi sel

Adapun dibawah ini merupakan tujuan reproduksi sel ialah antara lain dapat diuraikan sebagai berikut :

Pada organisme uniseluler ialah cara bagi organisme tersebut untuk melestarikan jenisnya sedangkan pada organisme multiseluler pembelahan sel menimbulkan pertumbuhan dan perkembangan organisme, menghasilkan sel-sel gamet untuk reproduksi secara genetik.

Reproduksi sel pada organisme prokaritik

Bakteri dan protozoa reproduksinya melalui proses pembelahan secara langsung, yaitu dari satu induk akan membelah menjadi 2 sel akan sama besar dan mengandung materi genetik yang sama. Pembelahan sel ibarat ini disebut pembelahan biner. Pembelahan biner tidak mengalami tahap-tahap pembelahan.

Proses pembelahan biner

Berikut ini terdapat #4 proses pembelahan biner adalah dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Sintesa bahan-bahan yang diharapkan untuk membuat sel baru.
2. Kromosom menempel pada dinding sel.
3. Pembesaran ukuran sel dan berlangsung sintesis sel atau replikasi DNA (penggandaan kromosom).
4. Setelah DNA gres selesai dibentuk, ukuran sel mencapai maximum terjadi pembelahan sel menjadi 2 bab yang memiliki bahan-bahan genetik yang sama.

Reproduksi sel pada organisme Eukariotik

Diawali dengan penggandaan materi genetik (replikasi DNA) dan diikuti pembelahan kromosom dan terjadi pmbelahan nukleus dan diakhiri dengan pembelahan sel.

#2 jenis / macam pembelahan sel

Ada 2 macam pembelahan sel eukariotik ialah antara lain sebagai berikut :

#1. Pembelahan mitosis
Pembelahan mitosis menghasilkan 2 sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan induknya (2n). Pada insan dan hewan terjadi pada sel tubuh. Pada tumbuhan terjadi pada sel meristem yang terdapat pada ujung akar, ujung batang dan ujung daun. Tujuan pembelahan mitosis adalah untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel badan yang rusak dan mempertahan jumlah kromosom.

Fase pembelahan mitosis

Adapun berikut ini terdapat fase-fase pembelahan mitosis ialah antara lain :

1. Fase interfase (fase istirahat)
Mitosis memiliki serangkaian proses perkembangan sel melalui fase interfase yang merupakan fase terpanjang dari siklus sel yang melalui tahap G1 atau Gap 1, Sintesis atau S, G2 atau Gap 2 dan fase mitolik ialah fase pembelahan sel yang meliputi pembelahan mitosis dan pembelahan sitoplasma (cairan sel).

2. Fase mitosis
a. Profase
Ditandai dengan menghilangnya membran inti dan terbentuknya benang-benang kromatin.
b. Metafase
Ditandai dengan kromosom yang berderet dibidang equator (saat yang mudah untuk mengamati kromosom).
c. Anafase
Ditandai dengan kromosom mulai bergerak kearah kutub yang berlawanan ditarik oleh benang-benang.
d. Telofase
Sel terbagi menjadi 2 sel anakan.

#2. Pembelahan meiosis / pembelahan reduksi / pengurangan jumlah kromosom

Terjadi pada sel-sel kelamin (gamet) pada organisme diploid dan pada pembentukan spora non535k5u4l pada jamur. Berlangsung pada jaringan organ reproduksi 53k5u4l atau pada jaringan nutfah. Menghasilkan sel gamet yang mempunyai jumlah kromosom separuh dari kromosom sel dari induknya.

Misalnya insan memiliki 46 kromosom dalam sel tubuhnya. Setelah terjadi pembelahan meiosis pada organ reproduksinya (testis dan ovarium) akan terbentuk gamet yang mengandung hanya 23 kromosom. Pembelahan ini bertujuan untuk menjaga supaya keturunan hasil reproduksi 53k5u4l tetap memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induk.

Pembelahan meiosis mengalami pembelahan inti dua kali sehingga sel diploid (2n) akan menghasilkan 4 sel haploid (4n). Tahapan pembelahan sel pertama disebut meiosis I dan tahapan pembelahan kedua disebut meiosis II.

Fase pembelahan meiosis

Adapun berikut ini terdapat fase-fase pembelahan meiosis ialah antara lain :

1. Fase interfase
Meiosis didahului dengan interfase sama ibarat pada mitosis. Sel mempersiapkan diri untuk membelah secara meiosis (fase G1, S dan G2). Selama interfase sel tumbuh ke ukuran cukup umur dan menyalin DNA nya sehingga sel sudah memiliki satu set duplikat kromosom ketika memulai meiosis.

2. Fase meiosis
Meiosis I
Profase I
a. Laptoten
Kromatin bermetamorfosis kromosom . kromosom menebal sehingga tampak tunggal.
b. Zigoten
Kromosom homolog berpasangan membentuk bivalen. Peristiwa ketika kromosom homolog berpasangan membentuk sinapsis.
c. Pakiten
Kromosm homolog yang berpasangan (bivalen) mengganda sehingga terdapat 4 kromatid yang berpasangan dan disebut tetrad.
d. Diploten
Kromosom homolog merenggang, kromatid terpisah dapat saling melilit dan bertukar ruas sehingga terjadi pindah silang.
e. Diakinesis
Membran inti dan nukleolus lenyap dan telah terbentuk benang spindel lengkap.

Metafase I
Kromosom homolog (bivalen) berjejer dibidang equator dengan sentromer mengarah ke kutub. Masing-masing kromosom berikatan dengan benang spindel pada bab sentromer.

Anafase I
Kromosom homolog ditarik oleh benang spindel bergerak ke arah kutub berlawanan sehingga tetrad terpisah. Membran sel mulai melekuk dibagian tengah. Tujuan Anafase I membagi isi kromosom diploid menjadi haploid.

Telofase I
Setiap kutub memiliki kromosom haploid dengan dan kromatid. Nukleolus mulai terbentuk dan dalam satu sel terbentuk 2 inti yang lengkap. Terjadi sitokinesis yaitu sitoplasma sel terbagi menjadi 2 sehingga terbentuk 2 sel anakan yang haploid.

Meiosis II
Profase II
Membran nukleus dan nukleolus mulai menghilang. Sentrosom membelah dan sepasang sentriol memisah menuju kutub-kutub berlawanan. Berlangsung lebih singkat dari fase –fase yang lainnya.

Metafase II
Tiap kromosom haploid (berisi 2 kromatid) berjejer dibidang equator. Terbentuk benang spindel, salah satu benang ujungnya melekat pada sentromer dan ujung lainnya membentang menuju kutub pembelahan yang berlawanan.

Anafase II
Benang spindel menarik kromatid dan bergerak menuju kutub yang berlawanan. Pada simpulan Anafase II, membran sel mulai melekuk.

Telofase II
Kromatid dikutub bermetamorfosis benang-benang kromatin. Membran nukleus dan inti haploid terbentuk. Kromosom menipis dan memanjang menjadi benang-benang kromatin. Terjadi sitokinesis sehingga terbentuk 4 sel anakan haploid.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, tujuan reproduksi sel serta fasenya.

Pengertian Dan Proses Gametogenesis Manusia, Hewan Serta Tumbuhan

Pengertian gametogenesis dan proses gametogenesis manusia, hewan serta tumbuhan ialah pembahasan utama bahan pelajaran biologi yang akan dijelaskan secara lengkap pada materi berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Gametogenesis Manusia, Hewan Dan Tumbuhan yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian gametogenesis.
2. Proses gametogenesis pada hewan dan manusia.
3. Proses gametogenesis pada tumbuhan.

Pengertian gametogenesis

Gametogenesis ialah proses pembentukan sel kelamin (gamet) terjadi secara meiosis didalam alat reproduksi pada individu yang telah dewasa.
Pengertian gametogenesis dan proses gametogenesis manusia, hewan serta tumbuhan
Baca juga : Pengertian, Tujuan Reproduksi Sel Serta Fasenya

Proses gametogenesis pada hewan dan manusia

Dibawah ini terdapat #2 proses gametogenesis yang terjadi pada hewan dan insan adalah 5p3rm4t0genesis dan Oogenesis yang dapat dijelaskan dan diuraikan antara lain yakni sebagai berikut :

1. 5p3rm4t0genesis
5p3rm4t0genesis ialah proses pembentukan sel-sel gamet jantan (5p3rm4t0z0a) terjadi dalam testis. Sel induk 5p3rm4 atau 5p3rm4t0gonium bersifat diploid mengalami deferensiasi menjadi 5p3rm4tosit primer yang diploid.

5p3rm4tosit primer membelah menjadi 2 sel 5p3rm4tosit sekunder yang haploid. Setiap sel 5p3rm4tosit sekunder membelah secara meiosis membentuk 2 sel 5p3rm4tid haploid. Makara 5p3rm4tosit primer akan menjadi 4 5p3rm4tid yang haploid.

2. Oogenesis
Oogenesis ialah pembentukan sel-sel gamet betina (ovum) berlangsung dalam ovarium. Ovum dibentuk dalam satu paket sel yang disebut folikel yang terdapat dalam ovarium. Folikel disusun oleh satu sel yang dapat bermeiosis disebut oogonium (sel induk ovum) yang mempunyai kromosom diploid.

Oogonium (2n) akan bermitosis dan bermetamorfosis oosit primer yang siap bermeiosis. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi oosit sekunder dan tubuh kutub primer. Meiosis II dari oosit sekunder dihasilkan 1 sel oosit dan 1 tubuh kutub sekunder. Badan kutub primer menghasilkan 2 tubuh kutub sekunder.

Jadi, oosit primer mengalami pembelahan meiosis. Pada wanita, pematangan oosit primer terjadi sampai memasuki masa pubertas. Selanjutnya akan terjadi pematangan akhir, ovulasi dan pembelahan meiosis I. Setiap satu sel telur matang dilepaskan melalui ovulasi dalam satu bulan.

Pada ovulasi ini terus berlangsung sampai menopause (berhentinya siklus m3n5tru451). Jika pada sel telur yang diovulasikan terjadi fertilisasi, pembelahan meiosis II terjadi dan sel telur bermetamorfosis embrio.

Proses gametogenesis pada tumbuhan

Gamet jantan dibentuk pada serbuk sari, sedangkan gamet betina pada bakal biji (ovul).

1. Pembentukan gamet jantan
Kepala sari (anther) memiliki 4 kantung serbuksari yang disebut sporangium. Didalam sporangium terdapat sel-sel induk (mikrosporosit) yang diploid. Sel-sel induk tersebut akan mengalami pembelahan meiosis membentuk 4 mikrospora yang haploid.

Setiap mikrospora membelah lagi secara mitosis menjadi 2 sel yakni sel generatif dan sel tabung. Sel generatif akan membelah secara mitosis (tanpa sitokinesis) untuk menghasilkan 2 5p3rm4 dan terbentuklah serbuk sari.
Baca juga : Sistem Jaringan Tumbuhan Dan Fungsinya
2. Pembentukan gamet betina
Sel-sel terluar dari ovul membentuk lapisan pelindung (integumen) yang membentuk suatu bukaan (mikrofil) atau jalan masuk sel 5p3rm4. Didalam ovul terdapat sporangium yang mengandung sel-sel induk (megasposorit). Megasporosit membelah secara meiosis membentuk 4 megaspora yang haploid (n).

Dari 4 megaspora tersebut, 3 diantaranya mengalami degenerasi dan mati. 1 megaspora yang tersisa mengalami pembelahan secara mitosis sebanyak 3 kali tetapi, tanpa diikuti pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Sel megaspora tersebut menjadi besar alasannya ialah memiliki 8 inti yang haploid.

Demikian pembahasan mengenai pengertian gametogenesis dan proses gametogenesis manusia, hewan serta tumbuhan.

Pengelompokkan Mahkluk Hidup (Dasar, Tahapan Dan Identifikasi)

Pengelompokkan mahkluk hidup akan menjadi pembahasan utama didalam bahan pelajaran biologi yang akan dijelaskan sebagai berikut. Adapun sub pembahasan mengenai materi belajar kelompok-kelompok makhluk hidup yang akan dijelaskan yakni :

1. Dasar pengelompokan.
2. Tahapan pengelompokan.
3. Identifikasi makhluk hidup.

Dasar-dasar pengelompokan makhluk hidup

Kemajuan dalam hal pengelompokan makhluk hidup yang dilakukan oleh para hebat taksonomi tidak terlepas dari semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dikarenakan semakin teliti dan terperincinya persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya.
Dasar dan tahapan pengelompokkan mahkluk hidup serta identifikasinya menurut para hebat taksonomi
Para hebat taksonomi mengelompokkan mahkluk hidup berdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan ciri morfologi, fisiologi dan anatomi.
Baca ini : Anatomi Fisiologi Organ Reproduksi
Contohnya laba-laba, udang dan kecoak dikelompokkan pada kelompok yang sama alasannya yaitu memiliki kaki beruas-ruas. Sementara itu katak, buaya dan rusa dikelompokkan pada kelompok yang sama alasannya yaitu sama-sama memiliki peredaran darah tertutup.

Mahkluk hidup yang memiliki ciri dan sifat yang sama dimasukkan kedalam satu kelompok. Jika ditemukan perbedaan ciri dan sifat, maka dipisahkan lagi kedalam kelompok lain yang lebih kecil sehingga dalam aktivitas penjabaran akan diperoleh kelompok-kelompok mahkluk hidup dengan tingkat (akson) yang berbeda.

Pengelompokan hasil penjabaran pada tingkat-tingkat yang berbeda atau pada takson yang berbeda disebut taksonomi. Semakin tinggi taksonnya maka semakin banyak anggotanya, akan tetapi persamaan sifat yang dimiliki anggotanya semakin sedikit.

Dan sebaliknya, semakin rendah taksonnya maka semakin sedikit anggotanya, akan tetapi persamaan sifat yang dimiliki anggotanya akan semakin banyak.

Tahapan pengelompokan makhluk hidup

Serangkaian tahapan yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengamatan sifat makhluk hidup
Pengamatan yaitu tahapan atau proses awal penjabaran dengan cara melaksanakan identifikasi makhluk hidup yang lainnya. Tahapan ini menghasilkan ciri-ciri yang teramati pada setiap makhluk hidup.

2. Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan pada ciri yang diamati
Hasil pengamatan kemudian diteruskan ke tingkat pengelompokan makhluk hidup. Dasar pengelompokannya yaitu ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan makhluk hidup yang diamati.

3. Pemberian nama makhluk hidup
Pemberian nama pada makhluk hidup merupakan hal yang penting dalam klasifikasi. Ada banyak sekali sistem penamaan mahkluk hidup, antara lain santunan nama dengan sistem tata nama ganda (binomial nomenclature). Dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat makhluk hidup akan lebih mudah dipahami.

Identifikasi makhluk hidup

Identifikasi makhluk hidup dilakukan untuk menemukan identitas jenis atau kelompok mahkluk hidup. Untuk mempermudah identifikasi pada suatu makhluk hidup, para hebat menyusun suatu kunci yang disebut kunci determinasi.

Kunci determinasi adalah keterangan-keterangan yang disusun untuk menentukan kelompok-kelompok suatu makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Kunci determinasi yang sederhana dan sering dipakai yaitu sistem dikotom.

Kunci determinasi dengan sistem dikotom dituliskan dalam 2 kelompok berdasarkan ciri-ciri yang berlawanan dari makhluk hidup yang diamati, sehingga membentuk identifikasi makhluk hidup yang tersusun secara berpasangan.

Cara menggunakan kunci determinasi
Dibawah ini merupakan cara memakai kunci determinasi yakni antara lain sebagai berikut :
1. Baca dengan teliti kunci determinasi mulai dari permulaan.
2. Cocokkan ciri-ciri yang terdapat pada kunci determinasi dengan ciri-ciri yang ada pada tumbuhan atau hewan yang diamati.

3. Apabila ciri-ciri yang terdapat dalam kunci determinasi sesuai dengan ciri-ciri tumbuhan atau hewan-hewan diamati, catat nomornya dan lanjutkan membaca kunci pada nomor yang sesuai dengan nomor yang tertulis di belakang setiap pernyataan pada kuci determinasi.

4. Jika ciri-ciri pada kunci tidak sesuai dengan ciri-ciri pada tumbuhan atau hewan yang diamati, beralih pada pernyataan dibawahnya. Misalnya pernyataan 1.a tidak cocok atau tidak sesuai, maka beralihlah ke pernyataan 1.b.

5. Identifikasi dengan cara determinasi akan berakhir pada pernyataan yang dibelakangnya menyampaikan nama tumbuhan atau hewan(kelas atau famili).

Demikian pembahasan mengenai pengelompokkan mahkluk hidup (Dasar-dasar, Tahapan dan Identifikasi), biar bermanfaat serta mampu menjadi acuan peran sekolah, menambah wawasan dan pengetahuan didalam mempelajari kelompok makhluk hidup.

Struktur Dan Fungsi Jaringan Pada Manusia Serta Hewan Vertebrata

Struktur dan fungsi jaringan pada insan serta hewan vertebrata akan menjadi pembahasan utama didalam materi pelajaran biologi yang akan dijelaskan sebagai berikut. Adapun sub pembahasan mengenai materi belajar sistem jaringan pada makhluk hidup yang akan dijelaskan yakni :

1. Jaringan embrional.
2. Jaringan epitel.
3. Jaringan otot.
4. Jaringan penguat.
5. Jaringan saraf.

Struktur tubuh insan dan hewan vertebrata tersusun atas banyak sel (multiseluler) sehingga membentuk jaringan, organ dan sistem organ. Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur dan fungsi yang sama.
Struktur dan fungsi jaringan pada insan serta hewan vertebrata pada cabang biologi
Cabang biologi yang khusus didalam mengkaji ilmu perihal jaringan disebut dengan histologi. Adapun jaringan yang menyusun tubuh insan dan hewan vertebrata yakni antara lain sebagai berikut :

1. Jaringan embrional

Jaringan embrional yaitu jaringan muda yang sel-sel nya selalu membelah dan merupakan hasil dalam pembelahan sel zygot.

2. Jaringan epitel

Jaringan epitel yaitu jaringan yang melapisi permukaan tubuh, rongga tubuh, organ tubuh atau permukaan akses tubuh. Jaringan epitel memiliki fungsi untuk absorpsi, sekresi, transpor, ekskresi, proteksi dan juga dalam penerimaan stimulus.
Baca juga : Sistem Ekskresi Manusia
Jaringan epitel yang melapisi bab tubuh terluar sering disebut dengan jaringan epidermis. Jaringan epitel yang membatasi organ dalam dalam disebut endotelium dan jaringan epitel yang membatasi rongga disebut mesotelium.

Selain itu jaringan epitel juga mempunyai ciri-ciri khusus yakni sel-selnya tersusun rapat sehingga tidak ada ruang antar sel, tidak mengandung ujung saraf dan juga pembuluh darah serta memiliki kemampuan regenerasi cukup tinggi.

Dalam ilmu histologi jaringan epitel dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk dan jumlah lapisannya yakni antara lain sebagai berikut :

→ Epitel pipih selapis
Epitel pipih selapis dapat ditemukan pada lapisan limfe, pembuluh darah dan jantung, alveolus, selaput dalam bab indera pendengaran dan selaput serosa yang melapisi rongga peritonium, pleura, perikardial dan skrotal.

Epitel pipih selapis memiliki fungsi untuk memungkinkan difusi atau penyaringan (filtrasi) melalui permukaan yang permeabel secara selektif.

→ Epitel kubus selapis
Epitel kubus selapis terdapat pada lapisan pada banyak kelenjar dan salurannya, permukaan dari indung telur, lensa mata, epitel berpigmen dari retina mata serta beberapa tubula ginjal. Adapun fungsi dari epitel kubus selapis yaitu sebagai sekresi dan juga absorpsi.

→ Epitel silindris selapis
Epitel silindris selapis ditemukan pada lambung, usus, kelenjar pencernaan, kantung empedu, sel-sel piala dalam akses pencernaan, sistem pernapasan bab atas, akses uterus dan uterus. Fungsi dari jaringan epitel silindris selapis yaitu sebagai sekresi, penyerapan dan proteksi.

→ Epitel pipih berlapis banyak
Epitel pipih berlapis banyak terdapat pada epidermis, kelamin wanita, mulut, esofagus, akses anus dan ujung distal dari uretra. Adapun fungsi dari jaringan epitel pipih berlapis banyak yaitu untuk proteksi atau perlindungan.

→ Epitel pipih kubus banyak
Epitel pipih kubus banyak dapat ditemukan di akses kelenjar keringat, kelenjar keringat pengembangan epitel di indung telur dan biji kelamin pria. Fungsi dari jaringan epitel pipih kubus banyak yaitu sebagai sekresi.

→ Epitel silindris berlapis banyak
Epitel silindris berlapis banyak terdapat pada permukaan-permukaan yang basah, yakni permukaan yang berafiliasi dengan hidung dan langit-langit ekspresi yang lunak, bagian-bagian dari faring, uretra dan saluran-saluran ekskresi, kelenjar ludah dan kelenjar susu. Fungsi dari jaringan epitel silindris berlapis banyak ini yaitu sebagai sekresi dan juga pergerakan.

→ Epitel silindris berlapis banyak semu (silindris bersilia)
Epitel silindris berlapis banyak semu (silindris bersilia) ditemukan di akses ekskresi, sebagian besar akses reproduksi laki-laki, rongga hidung dan bab rongga-rongga hidung serta akses pernapasan lain. Fungsinya silindris bersilia adalah sebagai proteksi, sekresi dan gerakan zat-zat melewati permukaan.

→ Epiel transisional
Epitel transisional melapisi kandung kemih, ureter, uretra dan ginjal. Fungsi epitel transisional adalah untuk memungkinkan perubahan dalam bentuknya.

→ Epitel kelenjar
Epitel kelenjar berada di banyak sekali daerah di seluruh bab tubuh yang meliputi kelenjar kulit, kelenjar pencernaan makanan dan kelenjar endokrin. Fungsi epitel kelenjar yaitu sebagai sintesis, penyimpanan dan sekresi produknya.

3. Jaringan otot

Jaringan otot yaitu kumpulan sel-sel otot yang berfungsi untuk menggerakkan banyak sekali bab tubuh. Jaringan otot dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung. Ketiga otot tersebut terdapat banyak sekali macam perbedaan yang akan dijelaskan dibawah ini yakni sebagai berikut :

→ Otot polos
Otot polos bentuknya menyerupai gelendong, dan inti selnya satu dan terletak di tengah. Sifat kerja dari otot polos tidak menurut kemauan, reaksi yang bekerja terhadap stimulus pada otot ini lambat serta letaknya terdapat di dinding akses tubuh, pembuluh darah dan usus.

→ Otot lurik
Otot lurik bentuknya menyerupai silinder yang panjang dan tidak bercabang, inti selnya banyak dipinggir. Sifat kerja pada otot lurik menurut kemauan dan reaksi terhadap stimulus cepat serta letaknya terdapat pada rangka.

→ Otot jantung
Otot jantung berbentuk menyerupai silindris, memanjang, menyerupai anyaman bercabang dan inti selnya satu atau dua yang letak selnya terdapat ditengah. Sifat kerja otot jantung tidak menurut kemauan sama halnya dengan otot polos. Reaksi terhadap stimulus pada otot ini lambat serta letak otot jantung ini dapat ditemukan pada dinding jantung.

4. Jaringan penguat

Jaringan penguat mempunyai beberapa fungsi yakni antara lain sebagai berikut :
→ Untuk menyokong tubuh.
→ Untuk membentuk suatu selubung (sarung) sumbangan disekeliling organ-organ yang lemah.
→ Untuk mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ.
→ Untuk mempersatukan banyak sekali organ membentuk sistem organ.

Selain itu jaringan ini juga terdapat banyak sekali macam-macam yakni antara lain sebagai berikut :
→ Jaringan ikat menyerupai ikat longgar, ikat padat dan jaringan lemak.
→ Jaringan tulang rawan menyerupai tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa dan tulang rawan elastis.
→ Jaringan limfe.

5. Jaringan saraf

Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yang mempunyai ciri khusus. Sel saraf di bedakan menjadi tiga macam yakni antara lain sebagai berikut :

→ Sel saraf motorik.
→ Sel saraf sensorik.
→ Sel saraf penghubung.

Neuron tersusun atas tubuh sel, dendrit dan akson. Dendrit adalah kumpulan serabut sitoplasma yang berfungsi membawa stimulus menuju ke tubuh sel. Sementara itu, akson adalah serabut sitoplasma tunggal yang berfungsi membawa stimulus meninggalkan tubuh sel.

Demikian pembahasan mengenai struktur dan fungsi jaringan pada insan serta hewan vertebrata, biar bermanfaat serta bisa menjadi rujukan peran sekolah, menambah wawasan dan pengetahuan didalam mempelajari sistem jaringan pada makhluk hidup.