Menganalisis Dan Menyunting Teks Pantun

Menganalisis dan menyunting teks pantun yaitu pembahasan utama bahan pelajaran bahasa indonesia yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Menganalisis Dan Menyunting Teks Pantun didalam mencar ilmu bahasa indonesia yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian menganalisis pantun.
2. Contoh pantun yang akan dianalisa.
3. Menganalisa struktur dan kaidah pantun.
4. Menyunting teks pantun.

Pengertian menganalisis teks pantun

Menganalisis teks pantun yaitu menguraikan teks tersebut atas bagian-bagian struktur dan kaidahnya. Perhatikan kembali struktur dan kaidah teks pantun pada pembahasan sebelumnya yang pernah dijelaskan.
Baca ini : Memahami Dan Menginterpretasikan Pantun
Menganalisis Dan Menyunting Teks Pantun

Contoh pantun

Makan nasi lauknya ikan,
Tambah sedikit sambal terasi.
Belajar selalu jangan lupakan,
Agar menjadi pelajar berprestasi.

Ke mana kancil akan di kejar,
Coba lah cari ke hutan jati.
Ketika kecil rajin belajar,
Sudah besar senang lah hati.

Menganalisa struktur dan kaidah pantun

Berdasarkan #2 teladan pantun yang tertera diatas, maka berikut ini yaitu analisa struktur dan kaidah teks pantun tersebut yang dapat dijelaskan dengan detail sebagai berikut :

1. Kedua teks pantun tersebut disusun dalam bentuk bait.
2. Pantun pertama terdiri atas 4 baris/larik.
a. Baris pertama
Baris pertama terdiri atas 4 kata dengan 9 suku kata, bersajak a (...an), mengandung sampiran.
b. Baris kedua
Baris kedua terdiri atas 4 kata dengan 10 suku kata, bersajak b (...si), mengandung sampiran.
Baca ini : Membandingkan Teks Pantun Dengan Syair, Gurindam Dan Puisi Baru
c. Baris ketiga
Baris ketiga terdiri atas 4 kata dengan 11 suku kata, bersajak a (...an), mangandung isi.
d. Baris keempat
Baris keempat terdiri atas 4 kata dengan 12 suku kata, bersajak b (...si), mengandung isi.
Dan teks pantun tersebut berisi pesan yang tersirat rajin mencar ilmu yang termasuk kedalam jenis pantun berdasarkan isinya yakni pantun nasihat.

3. Pantun kedua terdiri atas 4 baris.
a. Baris pertama
Baris pertama terdiri atas 5 kata dengan 10 suku kata, bersajak a (...jar), mengandung sampiran.
b. Baris kedua
Baris kedua terdiri atas 5 kata dengan 10 suku kata, bersajak b (...i), mengandung sampiran.
c. Baris ketiga
Baris ketiga terdiri atas 4 kata dengan 10 suku kata, bersajak a (...jar), mengandung isi.
d. Baris keempat
Baris keempat terdiri atas 4 kata dengan 9 suku kata, bersajak b (...i), mengandung isi.
Dan teks pantun tersebut berisi pesan yang tersirat rajin mencar ilmu yang termasuk kedalam jenis pantun berdasarkan isinya yakni pantun nasihat.

Menyunting teks pantun

Penyuntingan dilakukan biar teks pantun yang telah ditulis terhindar dari kesalahan dan menghasilkan pantun yang lebih bagus. Bagian yang perlu di perhatikan yaitu terletak pada unsur isi dan kebahasaannya. Bagian isi berkaitan dengan struktur dan kaidah pantun, sedangkan unsur kebahasaan berkaitan dengan pemilihan kata dan isi pantun.
Baca juga : Langkah-Langkah Membuat Teks Pantun
Perhatikan kembali teks pantun yang telah di buat sebagai berikut :
Jalan-jalan ke kerikil jajar,
Jangan lupa membawa peti.
Kita harus rajin belajar,
Agar tidak menyesal nanti.

Kalian dapat menyunting pantun tersebut dengan mengajukan beberapa pertanyaan antara lain menyerupai berikut :
Unsur isi Keterangan
Kelengkapan struktur dan kaidah:
1. Apakah pantun tersebut sudah di susun dalam bentuk bait ?
2. Apakah bait tersebut terdiri atas 4 baris dan setiap barisnya 8-10 suku kata ?
3. Apakah bersajak a-b-a-b dan mengandung sampiran dan isi.
Bandingkan pantun tersebut dengan hasil suntingan berikut. Diksi pada pantun di bawah ini lebih bisa memberikan pesan.

Kalau pergi ke batujajar,
Jangan lupa naik pedati.
Kalau kau rajin belajar,
Pasti tak akan menyesal nanti.
Unsur kebahasaan Keterangan
1. Apakah pilihan katanya sudah sempurna ?
2. Ketepatan ejaan:
a. Apakah penggunaan tanda bacanya sudah benar ?
b. Apakah penggunaan abjad kapitalnya sudah benar ?
c. Apakah semua kata sudah sudah di tulis dengan benar ?
Setelah di sunting ejaannya:

Kalau pergi ke batujajar,
Jangan lupa naik pedati.
Kalau kau rajin belajar,
Pasti tak kan menyesal nanti.
Demikian pembahasan mengenai menganalisis dan menyunting teks pantun.
Previous
Next Post »